Akhirnya Sang Cinta membimbing untuk menemukan jawaban,
"Mengapa kita disatukan dalam ikatan-Nya?"
Ibarat dalam diri kita penuh dengan peti-peti kecil rahasia.
Selama ini tak disadari, apa yang ada didalamnya,
Tetapi terus ditumpuk hingga menyesaki ruang.
Pasangan adalah pemegang kuncinya.
Ketika dibuka, mungkin di dalamnya ada tikus yang beranak pinak sampai bau bangkai menguar menyesakan dada.
Peti itu adalah luka, trauma, penyakit yang bersarang dalam jiwa.
Pasangan, dialah yang paling handal mengorek luka dan memicu trauma.
Proses membuka peti demi peti itu mungkin akan terasa penuh derita.
Namun di situlah kesempatan untuk melepaskan isi yang tidak diperlukan dan membersihkan yang penuh dengan kotoran,
menjadi jalan penyembuhan,
sarana berlatih menjinakan ego,
dan proses mematangkan jiwa.
Dalam gelap itulah kita akan mencari cahaya,
hingga akhirnya mengembalikan semuanya pada Sang Pemilik Cahaya.
Pasangan itu ibarat cermin,
memantulkan bukan menyamakan,
Sebagaimana, bumi langit, siang malam.
Mereka saling mengisi dan berjalan harmoni.
Rabbi, terimakasih Kau selalu membersamai.
Karena ketidakberdayaan ini, kami memohon jangan lepaskan kami dari genggaman-Mu.
Bimbing kami untuk bisa membuka peti-peti kecil itu hingga kami kembali pada cinta-Mu yang sejati.
cutananazla
21/12/25
0 Komentar